Teknologi senantiasa berkembang, begitu pun dengan kebutuhan private entertainment.
Pada tulisan kali ini, penulis ingin memberikan sejumlah keterangan singkat mengenai LCD Viewer (LCD Projector) buatan sendiri, yang sebenarnya pembaca juga dapat membuatnya sendiri di rumah.
Saat ini dipasaran, kita dapat dengan mudah memperoleh projector yang dimaksudkan, akan tetapi harganya masih relatif mahal bagi beberapa kalangan. Oleh karena itu, berbekal sedikit pengetahuan elektronika serta berberapa petunjuk dari internet, akhirnya terwujudlah sebuah LCD Projector yang cukup memuaskan penulis :D
Foto-foto berikut memberikan sedikit contoh / wujud LCD Projector buatan sendiri yang penulis buat.
Berbekal nekad, akhirnya terwujud juga sebuah LCD Projector.
Foto ini diambil saat masih dalam tahap research, sebagian besar dalam mode temporary. Kabel, dudukan LCD, posisi scanning circuit dan lainnya.
LCD screen (setelah diperlakukan dengan berbagai sentuhan) ditempatkan di atas OHP konvensional, RGB signal sebagai input LCD di~generate dari sebuah S-Video to RGB converter (sinyal asli DVD player yang penulis pakai tidak memiliki RGB outlet) namun mulai 2010 dipasaran sebagian DVD player telah tersedia oulet RGB sehingga dapat langsung diumpankan ke LCD Screen...
Pengerjaan pembuatan projector ini tidak diperlukan waktu berhari-hari, yang lebih lama adalah persiapannya. Karena dikerjakan di rumah, beberapa tools memang tidak tersedia sehingga harus banyak akal untuk menyiasati.
Baginilah salah satu hasil proyeksi yang dihasilkan DIY Projector, hasil aslinya lebih cerah dan lebih fokus dari foto, hal ini dikarenakan foto-foto di~capture dengan kamera dengan resolusi relatif rendah (HP Nokia E63) sementara pengambilan gambar pada waktu malam hari selain itu projector screen hanya menggunakan tembok kamar berwarna putih pudar :(
Penulis sedang berpose diantara account facebook-nya :D
Penulis sedang berpose diantara proyeksi sebuah film (maaf) bajakan....
Berangkat dari sini, marilah kita mengoptimalkan apa yang kita bisa untuk berkarya...
Berkarya...berkarya & berkarya
================================
Minggu, 17 April 2011
Kamis, 14 April 2011
Djogdjakarta Part #1
Meski seringkali pulang ke Djogdjakarta, kota yang pernah mengantarkanku pada kehidupan cinta itu selalu saja membuatku kangen untuk slalu hadir disana...menikmati ramahnya penduduk serta sejuknya alam sekitar.
Lebaran tahun lalu memang aku sempat beberapa hari menghabiskan waktu merajut kenangan-kenangan indah dikala tinggal di sana. Dan setiap kali aku melewatinya saat aku menjenguk kedua orangtuaku di Sragen, aku ingat terakhir belum ada sebulan aku melewati kota yang penuh kenangan itu.
Banyak sudah kisah terukir disana, sedih saat awal kuliah ketika harus bersusah payah menyelesaikan OPSPEK, sedih saat tinggal di kost-an sempit dalam sebuah lorong, namun selain hal-hal sedih tentu terajut pula kisah kisah senang gembira...jenaka, humor, sadis, tragis dll komplit sudah enam tahun kubermukim disana, Djogdjakarta...
Terlalu banyak jika harus kuceritakan secara menyeluruh hehehe...
Hari ini, aku baru saja menyelesaikan perjalananku ke Kota Djogdjakarta (meskipun tidak datang ketengah kota, paling tidak mengobati rinduku), iya pagi ini dinihari jam 03.00 aku telah menginjakkan kembali kaki di Jakarta setelah dua hari kulewati hari-hari di Djogdjakarta.
30 KM dari kota...
Sengaja aku lampirkan beberapa foto, bagi yang ingin menyaksikannya sendiri silakan datang ke Djogdjakarta (dari arah barat, melalui Wates...Brosot...Srandakan)
Sejalur dengan jalan itu, berikut beberapa pemandangan yang jarang kita temui ditempat lain, apalagi di Ibukota negeri ini...
Pemandangan hijau di atas kuambil dari sebuah sudut desa dimana simbah penulis tinggal dari lahir hingga kini usia beliau renta... namun pemandangan itu slalu saja begitu indah, berganti dari musim ke musim...
Jalanan ini begitu sepi, padahal masih jam 16.45 WIB...
Rindang ditepi kanannya karena puluhan pohon asam jawa tumbuh puluhan tahun lalu (bahkan ada yang usianya lebih dari satu abad)... Sebelah kirinya mengalir sungai kecil (irigasi teknik) serta deretan tiang listrik yang berjejer rapi memberikan kesan seperti Paskibra sedang berbaris :D
Jembatan Kali Progro, diwaktu siang hari 13.50 WIB...
Aku sempatkan berhenti sejenak untuk mengabadikan pemandangan ini, karena bagaimanapun juga jembatan ini telah puluhan kali mengantarkanku menyusuri jalan Djogdja-Bantul-Kulon Progo...
Smoga alam yang begitu indah memberikan keseimbangan bagi otak & pikiran kita untuk selalu optimis, bijaksana merawat serta melestarikan semua itu untuk masa depan anak cucu kita Amiin...
Lebaran tahun lalu memang aku sempat beberapa hari menghabiskan waktu merajut kenangan-kenangan indah dikala tinggal di sana. Dan setiap kali aku melewatinya saat aku menjenguk kedua orangtuaku di Sragen, aku ingat terakhir belum ada sebulan aku melewati kota yang penuh kenangan itu.
Banyak sudah kisah terukir disana, sedih saat awal kuliah ketika harus bersusah payah menyelesaikan OPSPEK, sedih saat tinggal di kost-an sempit dalam sebuah lorong, namun selain hal-hal sedih tentu terajut pula kisah kisah senang gembira...jenaka, humor, sadis, tragis dll komplit sudah enam tahun kubermukim disana, Djogdjakarta...
Terlalu banyak jika harus kuceritakan secara menyeluruh hehehe...
Hari ini, aku baru saja menyelesaikan perjalananku ke Kota Djogdjakarta (meskipun tidak datang ketengah kota, paling tidak mengobati rinduku), iya pagi ini dinihari jam 03.00 aku telah menginjakkan kembali kaki di Jakarta setelah dua hari kulewati hari-hari di Djogdjakarta.
30 KM dari kota...
Sengaja aku lampirkan beberapa foto, bagi yang ingin menyaksikannya sendiri silakan datang ke Djogdjakarta (dari arah barat, melalui Wates...Brosot...Srandakan)
Sejalur dengan jalan itu, berikut beberapa pemandangan yang jarang kita temui ditempat lain, apalagi di Ibukota negeri ini...
Pemandangan hijau di atas kuambil dari sebuah sudut desa dimana simbah penulis tinggal dari lahir hingga kini usia beliau renta... namun pemandangan itu slalu saja begitu indah, berganti dari musim ke musim...
Jalanan ini begitu sepi, padahal masih jam 16.45 WIB...
Rindang ditepi kanannya karena puluhan pohon asam jawa tumbuh puluhan tahun lalu (bahkan ada yang usianya lebih dari satu abad)... Sebelah kirinya mengalir sungai kecil (irigasi teknik) serta deretan tiang listrik yang berjejer rapi memberikan kesan seperti Paskibra sedang berbaris :D
Jembatan Kali Progro, diwaktu siang hari 13.50 WIB...
Aku sempatkan berhenti sejenak untuk mengabadikan pemandangan ini, karena bagaimanapun juga jembatan ini telah puluhan kali mengantarkanku menyusuri jalan Djogdja-Bantul-Kulon Progo...
Smoga alam yang begitu indah memberikan keseimbangan bagi otak & pikiran kita untuk selalu optimis, bijaksana merawat serta melestarikan semua itu untuk masa depan anak cucu kita Amiin...
Langganan:
Postingan (Atom)









